RSS

Kehilangan Sama Dengan Mendapatkan

31 Mei

Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Lalu si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.

Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, “Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda yang sebelah juga ?” Si bapak tua menjawab, “Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.”

Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup, jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.

Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.

Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik. Ini semua dapat diartikan: supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.

Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.

Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan.

Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain. Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.

“Semoga kita menjadi orang yg bijak”

Sumber: di sini

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Mei 2011 in Kisah

 

7 responses to “Kehilangan Sama Dengan Mendapatkan

  1. peterdraw

    10 Juni 2011 at 10:40 AM

    nice…
    bener ul..
    jika kita yakin, Dia pasti akan mengganti dengan yang lebih baik lagi..
    mari berfikir positif…🙂

     
    • Nurul Hidayati

      11 Juni 2011 at 12:36 AM

      yupp…
      Sama halnya juga sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti ada hikmahnya…
      walaupun dengan cara kehilangan, tapi yakin inilah cara Allah agar kita bisa lebih baik…🙂
      terimakasih kunjungannya… .

       
  2. Sri Gustiani

    10 Juni 2011 at 6:37 PM

    sungguh mulia akhlak bapak itu…
    nice post fren … ^_^

     
    • Nurul Hidayati

      11 Juni 2011 at 12:41 AM

      makasih kunjungannya…. .
      kisah bapak tadi bisa kita ambil hikmahnya…🙂

       
  3. jendelainsan

    11 Juni 2011 at 12:39 AM

    “jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.”

    kadang tanpa sadar,aku mempertahankan sesuatu karena tidak ingin orang lain memilikinya. walaupun kadang kurang berguna…
    Astaghfirullah….

     
    • Nurul Hidayati

      11 Juni 2011 at 12:55 AM

      astagfirullah… saya kadang juga masih demikian… .
      sama-sama saling mengingatkan…🙂
      tetapi dimiliki kita ataupun tidak dimilki kita semuanya adalah kepunyaan Allah SWT…

       
  4. kebo

    16 Juni 2011 at 2:58 PM

    hmmm kadang kita selalu ber orientasi hanya kepada materi dan mengacuhkan nilai. dari kisah bapak tersebut saya jadi sadar, bahwa materi bukan hal yang harus dikejar dan dipertahankan. nilai-lah yang harus di perjuangkan. nuwun…🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: