RSS

Arsip Kategori: Ibadah

Hikmah dibalik sakit…

Oleh : Zaldy Munir

“Tidaklah orang Muslim ditimpa cobaan berupa penyakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan keburukannya, sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.”

(HR. Bukhari-Muslim)

               SETIAP orang pasti pernah mengalami sakit. Rasulullah SAW sendiri mengalami sakit demam berat. Namun begitu Nabi tetap sabar dan tabah. Beliau mengatakan kepada Ibnu Mas’ud ra, bahwa penyakit yang datang ke dalam tubuh seorang Muslim itu dapat menggugurkan dosa sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.

           Dalam waktu lain, Rasulullah menjenguk Salman al-Fahrisi yang tengah berbaring sakit. Rasulullah bersabda. “Sesungguhnya ada tiga pahala yang menjadi kepunyaanmu dikala sakit. Engkau sedang mendapat peringatan dari Allah SWT, doamu dikabulkan-Nya, dan penyakit yang menimpamu akan menghapuskan dosa-dosamu.”

Rasulullah pun melarang untuk mencela penyakit. Ketika Ummu Saib sakit demam dan mencela penyakit yang menimpanya, Nabi bersabda.“Janganlah kamu mencela demam. Karena sesungguhnya demam itu menikis kesalahan anak cucu Adam sebagaimana bara api mengikis keburukan besi.” (HR. Muslim)

Hikmah Sakit

Dalam sebuah buku yang berjudul Yasalunaka fi al-Dinwa al-Hayat dan dikutip dalam Tabloid Syiar, Dr. Ahmad al-Syurbasi menulis ada lima hikmah dari sakit yang dialami manusia. Pertamasakit merupakan kesempatan untuk beristirahat. Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Juli 2011 in Ibadah

 

Senyum itu Ibadah

“Rahasia panjang umur ternyata bisa sesederhana merekahnya sebuah senyuman. Semakin lebar senyum dan semakin dalam lipatan di sekitar mata Anda ketika tersenyum, semakin besar pula kemungkinan Anda untuk hidup lebih lama”

Kedengarannya sederhana. Sabda Nabi tersebut memang diarahkan kepada setiap individu, agar memulai menatap hari2 indah kita dengan senyum ceria. Senyum yang keluar dari mulut kita adalah cerminan hati. Namun bisa juga hati orang yang sedang dirundung sedih dapat digerakkan oleh senyuman kita. Sebagai contoh, jika kita sanggup membuat senang orang yang sedang bersedih, otomatis kita akan ikut riang dan terhibur. Jika kita sedang membuat sang bayi tertawa terkekeh2, kita pun akan terbawa dalam gelak dan tawa riang.

Senyuman yang bisa dilakukan oleh siapa saja, ternyata sangat murah, bahkan tanpa biaya. Ilmu marketing tingkat dunia sekalipun sesungguhnya berawal dari senyuman kita yang membuat orang lain tersenyum. Kecenderungan produsen tingkat dunia, berusaha merebut kesetiaan konsumen dengan tebar senyum agar pelanggan terpikat. Perhatikan iklan2 di TV, hampir semuannya berusaha menampilkan kelucuan untuk mengajak tawa.

Sinyal Nabi ini ingin menunjukkan bahwa ibadah ternyata bukan sesuatu yang sulit, bahkan semudah tersenyum. Tidak ada halangan seseorang untuk beramal, apakah mereka orang kaya ataukah miskin. Namun memulai mengajak orang tersenyum, harus kita mendahului terlebih dahulu. Tersenyum adalah bagian dari ibadah, mengandung makna, mengajak orang senang, haruslah dimulai dari kita. Mengajak orang sukses juga bermula dari kita yang sukses.

Jujur saja, kita semua pasti ikut merasakan bahagia, ketika melihat keluarga orang lain bahagia. Setidaknya ada rasa ingin bahagai sebagaimana mereka. Maka, membuat orang lain bahagia sesungguhnya berangkat dari ketauladanan dari diri kita. Jika kita menunjukkan dimata khalayak sebagai individu maupun keluarga yang bahagai, orang lain akan terinspirasi untuk menjadi bahagia. Bahagia tidak perlu hanya diukur dari tingkat ekonomi, akan tetapi harmoni dan suasana keluarga itu.

Senyum yang asli adalah senyum yang lahir dari suasana hati. Penataan hati yang hanya diijinkan menerima input positif dari luar akan sangat membantu senyum dalam keabadian. Hanya kita yang sanggup memfilter hal mana yang baik yang harus dimasukkan dalam hati, dan hal mana yang cukup berhenti sampai ditelinga saja. Kita akan selalu menjadi manusia yang penuh ibadah karena tersenyum. Keabadian senyum yang bernilai ibadah hanya akan diperoleh oleh jiwa bersih yang diberi makanan berupa “positif thingking”. Wallohu a’lam

Sumber: di sini

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Juni 2011 in Ibadah

 

Sholat Dhuha Adalah Pembuka Rezeki

Sholat dhuha merupakan sholat sunat yang dilakukan di pagi hari seteleh matahari terbit sampai batas waktu sebelum datangya waktu sholat dhuhur.

Keutamaan Sholat Dhuha adalah untuk meminta rizki yang seluas-luasnya kepada Allah SWT, bahkan merupakan solusi bagi umat muslim dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya. Kita disarankan untuk melaksanakan sholat duha secara istikamah dan tidak dilaksanakan hanya sewaktu-waktu. Dengan demikian rezeki yang melimpah dari Allah SWT tidak akan pernah putus.

Melalui sholat dhuha umat islam dapat mengandalkan sepenuhnya kepada Allah SWT untuk apa pun “Bukannya pamrih dalam beribadah, tapi ini mengenai keyakinan kita kepada Allah SWT sebagai pemberi rezeki”. Rosululloh pun pernah bersabda “Sholat duha itu dapat mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran”. Selain dilakukan setiap hari disarankan untuk melaksanakan sholat duha empat rakaat atau enam rakaat, Rosululloh pernah bersabda “Sholatlah wahai hambaku di pagi hari sebanyak empat rakaat, niscaya apapun hajat kalian di siang hari akan dipenuhi”.
Sementara sholat duha sebanyak enam rakaat lebih utama lagi apabila dilakukan, Rosululloh pernah bersabda “Siapa yang sholat duha enam rakaat, Allah akan cukupkan hajatnya penuh”.

Diceritakan pengalaman seseorang dililit hutang sebesar 51 juta rupaiah, ditambah lagi belum membayar biaya sekolah anaknya. Kepadanya disarankan untuk melaksanakan sholat duha enam rakaat setiap pagi. Hasilnya, dalam waktu beberapa hari saja Allah memberikan rezeki tak terduga dari perusahaan di mana ia bekerja, dan tak lama berselang dirinya terbebas dari hutang. Memina kepada Allah itu harus, tidak ada yang melarang umat islam meminta kepadanya. Bahkan Allah SWT berfirman “Berdo’alah kamu kepada Allah niscaya Aku kabulkan”. Bahkan dikatakan orang yang tidak pernah meminta dan berdoa kepada Allah, adalah termasuk orang-orang yang sombong.

Salah satu sholat sunnah yg dicontohkan Rasululloh SAW adalah sholat sunnah Dhuha. Bahkan beliau menjadikan sholat dhuha ini sebagai salah satu wasiat beliau, sebagaimana hadits berikut:
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,
b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan
c) melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).

Sementara itu, manfaat sholat dhuha sendiri, dari beberapa ustad, antara lain:
1. Agar dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki.
2. Ungkapan terimakasih kita kepada ALLAH SWT, atas nikmat sehat tubuh kita.
3. Pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti.
4. Mendapat ganjaran surga, sesuai dengan hadits Rasululloh SAW, “Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).

Waktu sholat dhuha sendiri, berdasarkan contoh Rasululloh SAW, berkisar sekitar pukul 7 pagi – 10 pagi. Dengan demikian, bisa dikatakan, sholat dhuha = sholat untuk ‘memulai’ aktivitas (sebelum berangkat bekerja).
Sementara jumlah raka’atnya, minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at. Sholat dhuha bisa dilakukan sebelum berangkat ke kantor, atau segera setelah tiba di kantor. Anda bisa pilih, mana kondisi yang cocok untuk anda.
Sedangkan untuk surat yg dibaca adalah Adh Dhuha(93) di raka’at pertama dan Al Ikhlas(112) di raka’at kedua, dengan alasan sebagai berikut:
1. Adh Dhuha = sesuai dengan sholat sunnah yang lakukan. Di samping itu, isi dari surat 93 ini ALLAH SWT akan memberi kecukupan kepada hamba2-Nya. Selain itu, surat ini juga mengingatakan kita agar tidak sewenang-wenang terhadap anak yatim, juga tidak menghardik orang yang meminta-minta (pengemis) kepada kita.Justru pada surat ini, ALLAH SWT menyuruh kita agar berbagi rejeki yg telah diberikan-Nya, kepada orang lain yang membutuhkan.
2. Al Ikhlas = untuk memperkuat iman (tauhid), bahwa hanya ALLAH SWT yg berhak disembah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan membaca Al Ikhlas, berharap agar jika maut menjemput, maka iman tidak lepas dari qalbu. Jadi, jangan tunggu lagi…segera dirikan sholat dhuha!

sumber : tausiah KH Yusuf Mansur atau di sini

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Mei 2011 in Ibadah

 

Keutamaan sholat Tahajud

Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.

Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)

Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .

Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2011 in Ibadah

 

Manfaat sholat bagi Medis

Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya “ Ketika Dokter Memaknai Sholat “ mampu menjabarkan makna gerakan sholat.

Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan gerakan-gerakannya secara medis?

Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya.

Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.

Manfaat Wudlu. Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan. Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban.

Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalau kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.

Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Mei 2011 in Ibadah, Umum